Rabu, 06 Oktober 2010

KSMB: Diundang Ke Brunei ( PERTEMUAN PENYAIR NUSANTARA IV )


PERTEMUAN PENYAIR NUSANTARA IV
16-18 Juli 2010 Brunei Darussalam

_______________________________________________________________

Radar Surabaya, Minggu 11 Juli 2010

menghilangkan penat sejenak di Starbucks Coffee Citos setelah semalaman di kereta Bojonegoro-Jakarta


____________________________________________________________


TKI (Tenaga Kesusasteraan Indonesia) di brunei, saat di penampungan sebelum di antar ke majikannya
____________________________________________________________________

_______________________________________________________________ 


Brunei Malam
Add        
Tribunlampung
Pertemuan Penyair Nusantara
Isbedy Berharap Sumsel Lebih Baik ketimbang Brunei
Sabtu, 31 Juli 2010 05:09

BANDARLAMPUNG--MI: Sastrawan Isbedy Stiawan mengharapkan Sumatra Selatan lebih baik dari Brunei Darussalam dalam penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN).

"Sumsel direkomendasikan menjadi tuan rumah PPN V pada 2011. Rekomendasi itu diterima Ketua Dewan Kesenian Sumsel Zulkhair Ali dan sekretaris umumnya, Anwar Putra Bayu. Karena itu, saya mewakili tim kurator/koordinator Indonesia, mengharapkan Sumsel lebih baik," katanya di Bandarlampung, Lampung, Jumat (30/7).

Ia pun meyakini pelaksanaan di Sumsel akan lebih baik dan sukses karena gubernurnya mendukung kegiatan kesenian di daerah tersebut, termasuk PPN. Menyinggung lokasi PPN di Sumatra dan dekat Lampung, Isbedy mengatakan, penyair Lampung mungkin akan datang sebanyak-banyaknya.

Namun, ia pun berharap pemerintah daerah harus peduli pada kegiatan sastra, terutama yang acaranya sering kali berlangsung di luar daerah. Isbedy yang ikut pada PPN IV di Brunei, 17-20 Juli 2010, menjelaskan, pertemuan tersebut juga merekomendasikan pentingnya media baru.

"Media baru tersebut seperti media digital: website, e-book, ipod hingga digital printing," katanya. Hal tersebut, katanya, untuk mengupayakan kreativitas penyair dalam soal publikasi, mengingat media publikasi seperti koran dan buku, nyaris telah mempersempit ruangnya.

Bahkan, penerbit buku banyak yang enggan menerbitkan buku puisi karena dianggap proyek rugi. Karena itu, penyair harus kreatif menembus ruang-ruang media industri lainnya.

Ia pun menjelaskan, PPN IV di Brunei, ditayangkan secara langsung oleh Radio Televisyen Brunei (RTB).

Terkait dengan kegiatan di Lampung, Isbedy menjelaskan, pada Oktober 2010, Dewan Kesenian Lampung (DKL) menggelar Lampung Arts Festival, dan Disbudpar menggelar Temu Sastra Mitra Praja Utama.

Isbedy Stiawan selain sebagai sastrawan ia pun sebagai jurnalis dan pernah bekerja di sejumlah media di Lampung. Karyanya pun telah dibukukan seperti Menampar Angin, Aku Tandai Tahi

Lalatmu, Lelaki yang Membawa Matahari, Setiap Baris Hujan, Anjing Dini Hari, Seandainya Kau Jadi Ikan, dan Hanya untuk Satu Nama.

Selain itu, ia pun kerap diundang sebagai pembicara atau pembaca puisi baik di dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei. (Ant/OL-2)
                                  caption

Add       
POSMETRO
Sastrawan Melayu Kumpul di Brunei
Selasa, 20 Juli 2010

PINANG, METRO: Penyair dari Tanjungpinang menghadiri Pertemuan Penyair Nusantara ke IV Tahun 2010 di Gedung persekutuan guru-guru  Melayu Brunei (PGGMB) di Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam, Jumat pekan kemarin.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asterawani (Persatuan sasterawan Brunei)  itu, berlangsung dari tanggal 16 – 18 Juli 2010. Kegiatan tersebut merupakan pertemuan ke empat, di mana pertemuan pertama diselenggarakan di Medan pada tahun 2007, pertemuan kedua di kediri Tahun 2008, dan pertemuan ketiga di Kuala Lumpur pada tahun 2009.

Kegiatan yang disejalankan dengan perayaan hari keputeraan (ulangtahun) Sultan Haji Hasanal Bolkiah yang ke 64 yang diselenggarakan dengan beragam kegiatan meriah di Brunei Darussalam. Dalam pertemuan tersebut, hadir  160 penyair dari 4 negara yaitu 34 orang berasal dari Brunei, dan sisanya utusan dari berbagai negara antara lain Indonesia, Malaysia dan Thailand. Dari Indonesia, hadir penyair-penyair dari berbagai kota, antara lain Surabaya, Bojonegoro, Kediri, Palembang, pekanbaru, Batam dan berbagai kota lainnya, termasuk dari Tanjungpinang. Penyair yang diundang dalam kegiatan tersebut dan terlihat hadir antara lain Abdul Kadir Ibrahim, Husnizar Hood, Akmal Atatrick, Abdul Malik serta hadir pula Suryatati A. Manan yang juga merupakan Walikota Tanjungpinang.

Dalam acara pembukaan yang diselenggarakan di Lantai 15 gedung PGGMB tersebut, berlangsung dalam kegiatan yang sederhana, yang dihadiri dan dibuka oleh Mufti Kerajaan Brunei, Dr. Haji Awang Abdul Aziz atau yang dikenal dalam khasanah kepenyairan di Brunei sebagai Adi Rumi. Turut hadir dalam pembukaan, beberapa penyair Brunei yang juga merupakan beberapa menteri  dalam Negara Brunei Darussalam, seperti Dato Haji Awang Badaruddinn yang dalam kepenyairan brunei dikenal sebgai Badaruddin H.O, dimana beliau adalah Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri serta beberapa pejabat negara Brunei lainnya.

Dalam sambutan dari penyelenggara, yang disampaikan Ketua Asterawani, Prof. Madya Ampuan Dr. Haji Brahim, yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan penyair di Nusantara serumpun, seperti Indonesia, Brunei, Malaysia, Thailand dan negara serumpun lainnya. Kegiatan tersebut diberi tema : “Lestari Kehijauan Alam dan Kehidupan.” (aiq)
                                                                                  caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar